Iaquinta (CS)
Dalam laga friendly, Kamis (24/7/2008) dinihari WIB tersebut, Gianluigi Buffon dimainkan di bawah mistar gawang, dengan Giorgio Chiellini, Nicola Legrottaglie, Olof Mellberg dan Cristian Molinaro di lini bertahan.
(Arie Ngelaok_Nguto)
SPORT.COM
“Jangan Remehkan Arsenal“. Hengkangnya sebagian besar pemain pilar The Gunners takkan memperlemah kualitas tim asal London itu. Pendapat itu dilontarkan gelandang Tomas Rosicky.
Sebut saja Alexander Hleb, Gilberto Silva, Mathieu Flamini dan Jens Lehmann. Para pemain kunci “Arsenal” itu telah meninggalkan stadion Emirates.
Pemain datang dan pergi itu hal biasa. Dan bagi Rosicky, perputaran pemain tidak bisa dijadikan alasan untuk meremehkan kemampuan Arsenal.
Sebagai contoh adalah sepak terjang Arsenal musim lalu. Meski ditinggalkan para pemain pilarnya semacam Thierry Henry, The Gunners masih bisa berbicara banyak di Premier League maupun Liga Champions.
“Sama seperti musim lalu, saat semua mencibir kami. Sekarang juga akan sama saja,” ujar gelandang asal Rep. Ceska itu.
“Beberapa pemain pergi, tapi saya percaya pada keputusan pelatih. Dia tahu apa yang dilakukannya. Secara pribadi, ambisi saya tidak berkurang dan saya kira hal ini juga diamini rekan-rekan yang lain,” celoteh Rosicky seperti dilansir Fox Sport, Senin (28/7/2008).
Pemain Barcelona “Lionel Messi” rupanya ngotot ingin berangkat ke “Beijing” pekan ini. Gelandang 21 tahun ini mengaku akan memperkuat timnas Argentina setelah “Didukung FIFA“.
Sikap ngotot “Messi” ini tentu menjadi tamparan pedas bagi Barcelona. Sebelumnya, Azulgrana memang ngotot mempertahankan striker lincahnya itu berlaga di “Olimpiade“. Bahkan Barcelona harus mengambil langkah hukum guna mempertahankan Messi.
Namun beberapa saat setelah FIFA memberikan dukungan plus jaminan, Messi akhirnya tak mengindahkan perintah Barcelona. Dengan kata lain, Messi mendapat jaminan dari FIFA untuk membela negaranya. Menyikapi hal itu, Barcelona memang telah menyiapkan tuntutan hukum kepada FIFA yang akan diajukan ke “Pengadilan Arbitrasi Olahraga” .
|
“Luiz Felipe Scolari” adalah seorang Brasil tulen. Tapi jangan harap dia mau memainkan “sepakbola indah” ala Brasil. Apalagi di Chelsea.
Prioritas utama adalah gelar juara bagi The Blues Chelsea. Sepakbola menghibur bisa menyusul belakangan. Demikian prinsip “Big Phil” yang terkenal dengan metode pelatihan disiplinnya.
“Saya di sini bukan untuk bermain cantik, tapi memenangi gelar juara. Jika kami bisa melakukan keduanya, bagus,” jelas Big Phil dilansir Sun, Jumat (1/8/2008).
Keinginan “Scolari” mengutamakan gelar daripada memberikan hiburan bagi fans, juga mendapat dukungan Roman Abramovich. Toh, Roman menurut Big Phil tidak menuntutnya untuk memainkan sepakbola indah.
“Belum pernah kami terlibat situasi di mana Roman mengatakan ?kami harus bermain cantik’. Saya sudah dua kali menemuinya dan kami berbicara selayaknya teman bukan sebagai pemilik klub dan pelatih. Dia bilang ?lakukan yang terbaik untuk Chelsea’. Itu saja. Tak ada yang lain,” beber Big Phil. (tan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar